Pagi
ini rupanya tak seindah kemarin, sayang
Saat
mentari terbit dari arah timur tepat di kedua matamu
Kemudian
berhenti di ubun-ubun sepanjang kita mau
Menyaksikan
kita yang melakukan ini itu
Tak
peduli meski ia cemburu
Siang
ini rupanya tak sepanas kemarin, sayang
Saat
sentuhan jari-jarimu menantang hasratku
Dalam
pergulatan akbar di bawah selimut biru
Malam
ini rupanya sangat dingin, sayang
Saat
kau tinggalkan aku bersama kata-kata
Yang
kemudian membeku menjelma puisi tentang kita
Kita
pun abadi dalam segala waktu dan cuaca

2 komentar:
Lanjutkan
siap
Posting Komentar