Selasa, 19 Juli 2022

LUAR BIASA! BERIKUT 5 MANFAAT RUTINITAS MEMBACA BUKU BERSAMA ANAK SEJAK DINI

Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Mungkin kalimat itulah yang cocok dengan apa yang ingin saya sampaikan dalam tulisan ini. Sebagaimana yang dilakukan kakak perempuan saya, bahwa membaca buku bersama anak adalah salah satu usahanya untuk mengawal tumbuh kembang anak tanpa terlewat. Tentunya, proses tersebut harus melewati proses yang cukup panjang.       

Menurut cerita yang saya gali dari kakak perempuan saya, tidak ada duka dalam membaca buku bersama anak. Karena membacakan buku adalah aktivitas yang menyenangkan. Namun, rutinitas tersebut tentu mengandung berbagai tantangan yang harus dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi saat masih proses awal pengenalan pentingnya literasi bagi anak usia dini. Di fase tersebut, orang tua akan mendapati anak yang tidak peduli, acuh, bahkan lari saat dibacakan buku. Dan yang tak kalah susah adalah menjaga rutinitas tersebut agar terus konsisten membacakan buku dengan segala respon anak yang seringkali tidak sesuai harapan.

Namun, ketika orang tua mampu bersabar menghadapi tingkah sang anak, mampu menjaga konsistensi aktivitas membaca buku bersama anak, dan terus belajar tentang cara-cara atau strategi agar anak menyukai buku, maka perlahan-lahan anak akan takluk dan akhirnya menyukai buku. Jika hal itu sudah terjadi, maka ada banyak manfaat yang bisa dirasakan oleh berbagi pihak.

Adapun manfaat yang bisa dipetik dari rutinitas membaca buku bersama anak ialah sebagai berikut:

  • 1.      Ketika anak mulai ketagihan dibacakan buku setiap hari

Pastinya, orang tua mana yang tidak senang ketika melihat anaknya mulai suka atau bahkan ketagihan dengan buku. Meski sering kali diawali dengan sekadar membolak-balikkan buku, melempar buku, dan tidak membaca buku sebagaimana mestinya, namun kedekatan anak dengan buku sudah menjadi benih kebahagiaan yang akan terus tumbuh seiring tumbuh-kembang anak. Apalagi di era saat ini yang sudah sangat canggih dan banyak menghadirkan game-game online dalam HP.

  • 2.      Mulai menghubungkan bahan bacaan dengan kenyataan

Seiring berjalannya waktu, saat anak sudah suka dibacakan buku, maka secara tidak langsung juga akan berpengaruh terhadap pola pikir dan tingkah laku dalam kesehariannya. Tentu, hal ini akan menjadi sangat lucu saat anak menemukan sesuatu dalam kesehariannya yang berhubungan atau bertentangan dengan buku. Sang anak akan mempertanyakan jika fakta di depannya tidak sesuai dengan buku, atau akan mengingat kembali apa yang pernah dia baca jika fakta di depannya memiliki kemiripan dengan bukunya.

  • 3.      Anak jadi lebih kritis

Secara otomatis, saat anak semakin banyak membaca atau dibacakan buku, anak akan menjadi lebih kritis dengan lingkungan sekitarnya. Sehingga tak heran jika nantinya anak akan protes atau mengingatkan siapa saja yang tidak sesuai dengan apa yang pernah dia baca, termasuk perkataan dan perbuatan kedua orang tuanya sendiri. Jika sudah demikian, maka pasti kedua orang tua akan bangga melihat perkembangan anaknya ke arah yang lebih baik. Tidak hanya itu, kedua orang tua juga harus lebih hati-hati dalam bersikap atau bertutur kata di hadapan anaknya.

  • 4.      Banyak bertanya dan ingin tau banyak hal

Menurut hemat saya, setelah anak selesai membaca satu buku, maka akan tumbuh dalam pikirannya berbagai pertanyaan tentang banyak hal yang itu bisa saja tumpah secara tiba-tiba. Oleh sebab itu, saat anak sudah gemar membaca dan pandai bertanya tentang banyak hal, kedua orang tua juga harus tetap siaga tidak kalah cerdas dengan anaknya.

  • 5.      Bisa quality time bareng anak

Setiap orang tua pasti mempunyai caranya sendiri untuk berkumpul dan bercanda-ria dengan anak. Baik melalui media aneka jenis mainan, melakukan perjalanan ke suatu tempat, atau dengan membaca buku bersama anak. Tentunya, selama proses pendekatan yang dilakukan itu baik, maka itu sah-sah saja dilakukan. Namun, jika orang tua bisa membahagiakan sekaligus mencerdaskan anak, mengapa tidak? Salah satunya ialah dengan cara membaca buku bersama tentang suatu tema yang cocok dengan kehidupan anak.

Dengan usia yang masih terbilang dini, awalnya saya sebagai paman menganggap membaca buku bersama anak adalah kegiatan yang akan sulit diterima oleh anak. Apalagi Nadzif (Ponaan saya) waktu itu masih berusia tiga tahun. Masa-masa dimana bermain adalah prioritas utama dalam hidup. Namun, berkat ketekunan dan kesabaran kakak perempuan saya (Nazila), akhirnya membaca buku bersama anak sudah menjadi rutinitas menyenangkan antara kakak perempuan saya dan anaknya. Adapun jenis buku yang saat ini dibacakan kakak perempuan saya terhadap anaknya ialah Buku Wow Amazing Series, Ensiklopedi Bocah Muslim, dan Halo Balita. Katanya, rutinitas membacakan buku untuk anak dilakukan minimal satu kali dalam sehari. Kegiatan tersebut menghabiskan satu buku dengan rentan waktu 15 sampai 30 menit.

Menurut saya, motivasi membaca buku bersama anak yang dilakukan oleh kakak perempuan saya juga dilatarbelakangi oleh riwayat pendidikan. Ya, kakak perempuan saya sudah menyelesaikan jenjang pendidikan sarjana di UIN Sunan Ampel Surabaya pada beberapa tahun yang lalu. Mungkin dengan bekal pendidikan itu, kakak perempuan saya semakin paham dan sadar tentang bagaimana pentingnya pengenalan literasi sejak usia dini. Salah satu bentuknya ialah dengan rutinitas membaca buku bersama anak hingga kemudian menjadi konsultan buku.  

Selain itu, disadari atau tidak, rutinitas membaca buku bersama anak merupakan langkah awal untuk mempersiapkan anak sebelum terjun ke sekolah. Dilansir dari artikel Generos.id, bahwa sekolah merupakan tempat atau lembaga untuk belajar dan mengajar, serta tempat menerima dan memberikan pelajaran. Sekolah menjadi tempat anak belajar, maka kemampuan belajar merupakan poin penting dalam keberlangsungan proses tersebut.

Sebelum masuk ke sekolah, tentunya anak membutuhkan persiapan atau yang biasa disebut pra sekolah. Hal ini terjadi pada anak usia 3 sampai 5 tahun yang sedang mengalami perkembangan motorik, bahasa, emosi dan sosial secara pesat. Sebab, di sekolah, anak akan dihadapkan dengan teman-teman yang memiliki karakter berbeda, tugas-tugas sekolah sesuai dengan usia, dan peraturan yang harus dipatuhi oleh seluruh peserta didik.

Sementara itu, dokter Lucy menjelaskan bahwa yang paling penting ialah kesiapan anak secara fisik, mental, kognitif dan motorik pada anak. Adapun yang dimaksud kesiapan fisik ialah kondisi tubuh anak dalam keadaan sehat dan bebas penyakit. Jika seandainya anak dalam kondisi sakit, maka alangkah lebih baiknya dikonsultasikan terlebih dahulu sebelum masuk sekolah. Sedangkan kesiapan mental adalah emosi dari anak itu sendiri berdasarkan usia dan kebiasaan sehari-harinya. Sementara aspek kognitif berupa kemandirian anak dalam melakukan berbagai kegiatan ringan seperti mencuci tangan atau makan dan minum sendiri. Dan motorik berbentuk kemampuan anak berdasarkan usianya. Seperti anak TK yang diharapkan sudah bisa menendang, berlari, memegang sendok, dan lain sebagainya.

Dalam dunia pendidikan anak, pasti tidak ada orang tua yang mau anaknya mengalami gangguan belajar. Baik dalam skala kecil atau besar. Adapun yang dimaksud dengan gangguan belajar menurut artikel yang dikutip dari Generos.id ialah ketika seorang anak mengalami kesulitan dalam satu atau lebih bidang, ia lebih sulit belajar dengan cara belajar konvensional. Bahkan kecerdasan anak atau motivasi orang sekitar secara keseluruhan tidak dapat memengaruhi kemampuan belajarnya.

Oleh sebab itu, untuk lebih meningkatkan kecerdasan anak dalam persiapan menghadapi sekolah, maka perlu adanya tambahan nutrisi untuk mendukung tumbuh-kembang anak. Salah satunya bisa dengan mengkonsumsi suplemen herbal Generos sebagai nutrisi kecerdasan anak. Hal ini terbukti manjur berdasarkan pengalaman salah satu konsumen Generos yang menyatakan adanya perubahan signifikan yang terjadi pada anaknya.

Namanya Riya. Dia mempunyai anak bernama Fathir yang mengalami speech delay. Fathir yang sudah menginjak kelas 1 Sekolah Dasar (SD) masih belum bisa lancar membaca. Tentu hal itu membuat sang ibu sempat khawatir. Setelah mendapatkan rekomendasi dari kakaknya, akhirnya Riya memutuskan untuk membeli satu box suplemen Generos.

Waktu itu, kebetulan Fathir menyukai rasa asam manis yang ada dalam suplemen herbal itu. Akhirnya, rutinitas meminumkan Generos pada Fathir tanpa dicampur air dilaksanakan setiap pagi dan malam. Tak disangka, dua minggu kemudian hasil dari meminum suplemen itu mulai terlihat. Fathir mengalami perkembangan yang cukup pesat. Fathir yang dulunya membaca masih tersendat-sendat, kini sudah lancar dan tamapk semakin percaya diri.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa rutinitas membaca buku bersama anak sejak dini yang diikuti dengan mengkonsumsi suplemen herbal Generos, dapat meningkatkan kecerdasan anak guna menyongsong persiapan sekolah dan masa depan yang lebih baik.

 


 DAFTAR REFRENSI

https://generos.id/2022/06/08/dokter-berikan-5-ciri-ciri-kesiapan-anak-sekolah/

https://generos.id/2022/05/26/gangguan-belajar-pada-anak/

https://generos.id/2022/06/16/nyata-setelah-minum-generos-jadi-lebih-pd-lancar-membaca/

 

 

 

 

   Media pendukung





 

Tidak ada komentar: